multi info, hiburan, pengetahuan, dan aneka informasi

Heboh Video Mesum di Ruang Radiologi !


Video Adegan Mesum di Ruang Radiologi, Bukan di RSUD Ulin

Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin membantah keras bahwa video mesum yang beredar di masyarakat dilakukan oleh oknum di rumah sakit terbesar di Kalimantan Selatan.

Wakil Direktur SDM Diklit dan Hukum RSUD Ulin Banjarmasin, Dr Lutfy Mahtmah HD SpR, di Banjarmasin, Selasa (30/6), menyatakan, adegan video mesum itu pelakunya bukan berasal dari pihak RSUD Ulin Banjarmasin.

"Pihak RSUD Ulin Banjarmasin telah melakukan pencermatan secara signifikan terhadap adegan video mesum tersebut, agar bisa mengetahui secara pasti apa dan siapa adegan video mesum tersebut," lanjutnya.

Untuk memastikan bukan dari RSUD Ulin Banjarmasin ada tujuh langkah pencermatan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit.

Tujuh langkah pencermatan tersebut di antaranya mengenali dan mencermati pelaku wanita dan pria dari sisi postur tubuh dan wajah, pakaian yang dikenakan para pelaku, ruangan yang digunakan, suara pelaku wanita serta suara mesin yang ada didalam ruangan itu, katanya.

Setelah dilakukan tujuh langkah pencermatan secara signifikan pihak RSUD Ulin berani mengambil keputusan bahwa adegan tersebut dan pelakunya bukan dari pihak rumah sakit itu.

Menurut Lutfy, tidak ada karyawan RSUD Ulin Banjarmasin baik pria maupun wanita melakukan adegan tersebut, serta pakaian yang dikenakan wanita tidak pernah dikenakan karyawan rumah sakit itu, khususnya karyawan di ruangan radiologi RSUD Ulin Banjarmasin.

"RSUD Ulin Banjarmasin tidak mempunyai ruangan radiologi kecil serta tidak memiliki suara mesin seperti yang ada di dalam video mesum tersebut," katanya.

Sementara itu, untuk mempertegas ia mengatakan bahwa pihaknya mengetahui tata ruang radiologi dan pihaknya juga mengenali orang-orang yang bertugas di ruangan itu serta mengetahui raut wajah karyawan mereka.

Setelah dilakukan pencermatan lebih jauh lagi tentang video tersebut ternyata, menurutnya, sudah ada di situs internet pada 30 Januari 2009, ujarnya.

Sebelum menutup jumpa pers itu, ia mengharapkan kepada media agar dalam pemberitaan jangan bersifat sepihak. "Sebelum memberitakan, lakukan konfirmasi dulu agar beritanya bermutu, profesional dan berimbang serta tidak menjatuhkan fitnah," kata Lutfy.

Sumber: Kompas.com

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Blog Archive