multi info, hiburan, pengetahuan, dan aneka informasi

Anak Perawan Disarang Penyamun

Summary:sukarto
Buku karya ST.Alisyahbana yang terdiri atas Sembilan belas bab , dengan tebal seratus sepuluh halam ini, mengisahkan tentang seorang saudagar bernama H.Sahak, seorang istrinya Andun,dan seorang anak perempuammya yang bernama Sayu.

Suatu ketika H. Sahak bersama keluarganya pergi berdagang ke Palembang. Saat mereka pulang dari perdangangannya tersebut di sebuah desa di tepian hutan, mereka kemalaman. Untuk itu mereka berniat bermalam di tempat tersebut.Tanpa disadari oleh H. Sahak, ternyata kepergian dirinya untuk berdagang tersebut sudah diitai oleh kawanan perampk yang dikepalai seorang bernama Medasing.

Maka ketika malam tiba datanglah lima perampok tersebut untuk menguras harta benda yang dibawa oleh H.Sahak. Karena melakukan perlawanan, terjadilah pertengkaran hebat. Melihat kondisi yang tidak seimbang tersebut, akhirnya H. Sahak terbunuh .Kawanan perampok yang sudah berhasil membunuh H.Sahak serta membawa barang-barang berharga yang dimiliki belum merasa puas. Sayu anak HSahak ikut menjadi korban, Sayu pun dibawa lari ke dalam hutan.Kini yang tertinggal hanyaah Andun istri H.Sahak.Dengan perasaan sedih pulanglah ia.

Pada bagian lain dikisahkan, seorang suruhan bernama Samad. Samad termasuk kawanan perampok, tetapi tugasnya sebagai mata-mata. Mendengar temannya berhasil merampok, maka datanglah Samad menemui temannya tersebut untuk mendapatkan bagiannya.

Saat itulah Samad bertemu dengan Sayu.Begitu melihat kecantikan Sayu, maka muncul niat jahatnya untuk melarikan gadis malang tersebut.Dengan akal busuk dan tipu dayanya ia katakana kepada saya, bahwa ia akan menyelamatkannya dari cengkraraman perampok tersebut. Dijanjikan pula bahwa Sayu akan dibawa pulang dan dikembalikan kepada orangtuanya.

Sayu merasa curiga terhadap niat baik Samad.Akhirnya Sayu tahu bahwa ternyata Samad adalah orang suruhan Medasing Kepala rampok tersebut.

Tentang Medasing,sebenarnya dia bukan keterunan perampok.Ia dilahirkan di sebuah kampong dari keluarga biasa.Saat ia masih kecil kampungnya dijarah rampok, serta dibakar habis.Sedangkan Sayu yang wang masih polos tersebut dibawa lari oleh kawanan pengacau tersebut.Ketika kepala perampok yang memeliharanya meninggal, maka Medasing oleh kawan-kawannya dinobatkan sebagai gantinya yakni kepala perampok.

Setelah membunuh H.Sahak, karir Medasing mulai menurun.Beberapa kali Dia merencanakan perampokan, namun selalu gagal.Bahkan dalam suatu peristiwa, dia nyaris terbunuh saat bertempur melawan kompeni. Hal itu terjadi karena pengkhianatan Samad.Beturut-turut anggota Medasing tewas.Medasing sendiri mengalami musibah dalam pertempuran tersebut. Tangan medasing patah.

Sejak saat itu tinggallah mereka berdua di tengah hutan bersama Sayu.Karena khawatir tdak ada makanan untuk persediaan mereka, maka Sayu yang biasanya tidak berani dengan Medasing, maka kini iasering berbicara serta memberikan saran-saran kepada Medasing.

Akibat dari pergaulannya dengan Sayu maka medasing akhirnya menjadi orang yang baik.Dibagian akhir dikisahkan Medasing dan Sayu akhirnya menjadi sepasang suami istri.

Anak Perawan Disarang Penyamun Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/books/novel-novella/2014665-anak-perawan-disarang-penyamun/

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Blog Archive