Pembelajaran Kimia Berwawasan Imtak ( inovasi Pembelajaran )

Oleh: M.IMAM ASMUNI
Guru Kimia SMKN I Sidoarjo
Sumber : Jawa Pos Kamis 14 Februari 2008.

Di dadalam jagat raya ini,tidak ada satu materi pun, yang keberadaannya diam.Mulai dari electron bergerak mengelilingi inti atom,alir mengalir,udara berhembus,jantung berdetak mengalirkan darah,persoalan hidup,bulan,planet dalam tata surya,gugusan bintang dalam galaksi,bahkan ratusan miliar galaksi,bergerak mematuhi sunnatullah-ketetapan Allah-masing-masing,

Kalaulah semua maklhuk alam benda menyembah Allah dan bertasbih memuji-Nya dengan gerakan-gerakan yang sangat teratur,maka sangat masuk akal bila manusia dalam melakukan pengabdian kepada Tuhan seluruh alam semesta ini juga dengan cara bergerak sesuai dengan aturan dan kehendak-Nya.Kesadaran ini dapat disemaikan kepada para siswa melalui pembelajaran kimia,khususnya pada bab inti atom.Dengan mempelajari kimia bewawasan imtak (iman dan taqwa ),diharapkan siswa menemukan keajaiban,keindahan dan kebesaran Allah melalui alam semesta ciptaan-Nya.Dengan demikian insya Allah,meningkatkan iman dan taqwa siswa terhadap Allah SWT.

Sebagai tenaga professional,setiap guru Indonesia – terutama yang sudah lulus sertifikasi-harus sadar bahwa pembinaan imtak merupakan inti tujuan pendidikan Nasional,Sesuai dengan pengalaman penulis,strategi pembelajaran kimia berwawasan imtak (dalam contoh berikut ini adalah agama islam ) adalah sebagai berikut :

1. Pendahuluan 10 menit,setelah mengucapkan assalamu”alaikum dan doa bersama,guru mengecek kesiapan siswa dan menyiapkan media pembelajaran yang akan dipakai.Pemulis menggunakan proyektor LCD dan computer atau laptop dengan program animasi power point dipadukan macromedia flash..Pada tampilan slide 1,siswa memperhatikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.Dintaranya tujuan pembelajaran yang berwawasan imtak,yaitu siswa mau belajar menegakkan salat dari dari electron atau alam semesta.
2. Kegiatan inti ( 75 menit ).Dalam enam slide berturut-turut,siswa memperhatikan sekaligus membandingkan teori dan model atom John Dalton,JJ.Thomson,Percobaan E.Rutherford,kelemahan model atom E.Rutherford,dan model atom Neil Bohr.Kemudian diikuti tanya jawab untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa.

Dalam tiga slide berikutnya,ditampilkan animasi fakta alamiah yang ilmiah tentang gerakan universal.Mulai dgerakan electron mengelilingi inti atom-menurut teori inti atom E. Rutherford-sampai gerakan planet dan bintang-bntang di alam semesta. Juga gerakan jamaah haji tawaf mengelilingi kakbah tujuh kali. Kemudian,siswa diminta tanggapannya mengenai persamaan gerak meliputi bentuk lintasan –bulat atau elips- dan arah gerakan ya ng berlawanan (dengan arah putaran jarum jam ).


Dalam situasi yang kondusip,stelah substansi materi dan keilmuan tentang struktur atom disampaikan dengan baik,guru mengintegrasikan nilai imtak yang dimaksud.Kepada siswa diinformasikan bahwa pada dasarnya,seluruh materi di alam semesta ini baik dalam skala mikrokosmis,maupun makrokosmos,semuanya bertasbih,salat,dan tunduk kepada Allah SWT.

Kepada siswa diterangkan pula adanya fakta yang tidak terbantah,yaitu benda yang dikitari selalu lebih besar atau mulia daripada benda yang mengitarinya..Tidak terkecuali milliaran manusia sepanjang zaman,yang bertawaf mengitari Kakbah yang mulia.Demikian arah putarannya.semuanya berlawanan dengan arah jarum jam.Subhanallah,inilah fitrah yang berlaku untuk semua makhluk di seluruh jagat raya.Ini membuktikan adanya kesatuan system alam yang sekaligus membuktikan keesaan sang pencipta.

Analogi Salat dan Gerakan Universal

Berputarnya alam,selain bentuk tasbih juga merupakan bentuk “salatnya”.Sebagaimana sabda Nabi SAW.”Tawaf adalah salat.Hanya saja,Allah membolehkan bicara dalam tawaf.Barangsiapa berbicara hendaklah,dia berbicara yang baik”. Hal yang menarik dan patut dijadikan alternative bahan pembelajaran adalah adanya fakta jumlah besar sudut yang ditempuh dalam satu kali putaran ternyata sama besar dengan proyeksi sudut dalam gerakan satu rakaat dalam salat,yaitu 360 derajat.

Dengan mengambil posisi kepala dan badan yang tegak sebesar 0 derajat pada saat salat..Para siswa diajak menghitung besar pencapaian sudut gerakan salat setiap rakaatnya.Yakni dari Takbiratul Ikhram sampai salam.Dengan menghadfap kiblat,salat dimulai dengan Takbiratul Ikhram (o) derajat,rukuk (90)derajat,iktidal (0) derajat,,sujud pertama (135 ) derajat = 90 derajat +45 derajat ),duduk diantara dua sujud (0 ) derajat,dan sujud yang kedua 135 derajat,yang semuanya harus dilakukan dalam keadaan thumakminah (tenang),baru dikatakan satu rakaat.

Ternyata kalau semua sudut itu dijumlahkan =0+90+0+135+0+135 = 360 derajat atau sama dengan satu kali putaran segala materi mengelilingi pusatnya.Pararel dengan alam semesta,manusia yang salat juga bergerak “mengelilingi” sambil memuji dan mensucikan Tuhannya Yang Maha Besar dengan Kakbah sebagai lambing pusat gerakan.

Bila bumi sebagai wadah kehidupan nakhluk rela tunduk bersujud kepada Allah SWT,maka untuk menjaga keseimbangan dengan bumi,maklhuk pun harus bersujud.Dengan demikian akan tercapai keseimbangan bumi sebagai wadah dengan makhluk yang mendiaminya.Inilah konsep yang benar tentang “menyatu dengan alam “,sebagaimana bila kita naik kereta api yang melaju ke depan,maka posisi duduk yang seharusnya adalah searah dengan laju kereta api tersebut.Bukan kebalikannya atau menyamping.

Akhirnya kepada siswa ditekankan bahwa orang yang mau bertasbih dan salat tunduk kepada Allah SWT berarti menyatu dengan gerak universal yang harmonis.Ketika seorang mukmin bertasbih dalam salatnya ,sejatinya dia telah bersujud dua dimensi sekaligus.Sujud fitrah yang alami dan siujud ikhtiari sebagai manifestasi kepatuhan kepada-Nya.Sebaliknya,orang (apabila beragama islam ) yang tidak mau salat sesungguhnya telah menyalahi hakikat wujud dan system setiap sel tubuhnya.

Dia menjadi “ suara sumbang” ditengah alunan music merdu dan irama yang harmonis dari seisi langit dan bumi. Jiwanya selalu berlawanan dengan raganya.Betapa tidak,raganya yang terdiri atas organ,sel,molekul,atom,dan electron-elektron seluruhnya secara fitrah salat dan bertasbih menurut caranya sendiri.Sedangkan dia,atas kehendak dan ikhtiarnya sendiri,tidak mau sujud kepada_Nya.Terjadilah split of personality,terbelahnya kepribadian.Karena itu, hatinya tidak merasa aman dan tenteram.

Pada tahap ini,guru meminta respons siswa terhadap pembelajaran kimia yang diintegrasikan dengan nilai-nilai imtak.Kemudian guru memberikan tugas kepada siswa tentang aspek keilmuan dan nilai pada bab struktur atom.Untuk aspek nilai siswa-bagi yang beragama islam-diberikan tugas mencari dan menulis ayat-ayat Alquran yang sesuai berikut artinya.Misalnya QS Yassin (36);40,QS al-Nur (24).

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...